1)       Sejarah

Mengenal Sejarah Panti Sayap Kasih

Sebelum mengenal panti Sayap Kasih, kita mengenal dulu Yayasan Manuel Runtu yang didirikan dengan tidak sengaja. Kegiatannya dimulai pada September 1985 oleh Br. Han Gerritse, CSD seorang missionaris dari Belanda. Pada tahun 1993 seorang religius pulang ke Belanda. Sebelum beliau berangkat beliau meminta kepada pendiri Yamaru untuk memperhatikan dan membantu 10 anak cacat yang berdomisili di sekitar rumahnya. Pendiri Yamaru menerima permohonan itu dengan senang hati dan meluaskan perhatian dan bantuan itu sampai lebih 400 anak yang tersebar diseluruh Minahasa. Untuk membantu mengunjungi anak-anak ini dirumah mereka, Br. Han mendapat bantuan dari seorang tokoh awam, Ibu Michelle Borsboom yang punya kepedulian yang sama terhadap anak-anak cacat.

Karena kunjungan rumah tidak begitu memuaskan maka mereka mulai berpikir tentang cara bagaimana bantuan lebih Intensif, maka mereka mendirikan sebuah panti asuhan yang dimulai pembangunannya pada tahun 2001 sampai 2003 dan diberi nama ‘SAYAP KASIH’. Sayap: melindungi/ mengasuh. Kasih: perlakuan bagi mereka yang ‘kecil’. Sayap Kasih: Mengasuh dengan penuh kasih. Hingga saat ini, Panti Sayap Kasih yang terletak di kelurahan Woloan 3, kec. Tomohon Barat ini boleh menampung 25 anak yang memiliki kecacatan ganda, mental dan fisik.

Diawal Tahun 2022 ini, Kami juga memfokuskan gerakan  yayasan dalam layanan luar (Homevisit dan Home care) bagi adik-adik / teman-teman / saudara/I kita disabilitas yang kurang mendapat perhatian yang berada di pelosok-pelosok yang sulit dijangkau dan dibantu. Mari bersama kami kita menolong  adik-adik / teman-teman / saudara/I kita. 

Bersama-sama mendampingi mereka agar merekapun bisa seperti   adik-adik / teman-teman / saudara/I kita disabilitas yang lainnya yang boleh menikmati kehidupan ini secara layak. Mari bersama kita goreskan setiap momen mereka dengan warna-warna kehidupan agar dunia mereka semakin berwarna.

 

2)      Kriteria :

Ø  Peduli terhadap sesama

Ø  Dalam keadaan sehat jasmani dan Rohani

Ø  Siap untuk berkomitmen dan bertanggung jawab

Ø  Senang dengan anak-anak disabilitas

Ø  Siap belajar hal baru

Ø  Kreatif

Ø  Komunikatif

Ø  Terbuka untuk semua status dan usia (Min. 20)-(mak. 50)

Ø  Taat Protokol Kesehatan

Ø  Sudah divaksin / minimal Vaksin ke-2

 

3)      Waktu pendaftaran

Dibuka dari 01 Maret – 01 Oktober 2022

 

 

 

4)     Detail Aktivitas

Mendampingi  adik-adik / teman-teman / saudara/I kita disabilitas (Sesuai rencana dan Jadwal)

5)      Metode Briefing

Relawan akan dikontak 2 hari setelah penutupan pendaftaran. Info lebih lengkap mengenai briefing dan aktivitas akan diinfokan via E-mail atau Wa yang didaftarkan. Kegiatan bersama  akan dimulai di bulan November minggu kedua.

 

6)     Alasan dibukanya open Recrutmen

a.      Banyaknya adik-adik / teman-teman / saudara/I kita disabilitas yang belum mendapatkan perhatian dan pertolongan di daerah pelosok

b.      Memperbaiki stigma mengenai Disabilitas

c.       Memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak dan kesejahteraan adik-adik / teman-teman / saudara/I kita disabilitas

d.      Memberikan layanan kesehatan bagi adik-adik / teman-teman / saudara/I kita disabilitas di daerah pelosok

 

7)      Maksud dan tujuan

  1. Berusaha membantu meringankan beban mental psikologis dan sosial ekonomi warga masyarakat/keluarga yang mempunyai anggota keluarga penderita cacat ganda.
  2. Berusaha memberikan pelayanan dengan cara melatih/membantu mengaktifkan kembali sisa-sisa kemampuan yang ada pada klien secara maksimal.
  3. Ikut mendukung dan menyukseskan Program Pemerintah dalam pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial, melalui Pelayanan/Penyantunan Penyandang Cacat Ganda

 

8)     Sasaran

Anak-anak baik putra maupun putri yang menderita CACAT MENTAL dan  CACAT FISIK (berat).

 

9)     Singkatan dan Artinya ( Nama kecacatan )

  1. CP (Cerebral Palsy) : ketidakberesan/gangguan sikap tubuh yang disebabkan oleh kerusakan otak.
  2. TPS (Tetra Parase Spatic) : kelumpuhan ke-4 anggota gerak tubuh.
  3. Spastik : kaku.
  4. Hemiplegia : kelemahan pada anggota gerak atas (lengan) dan bawah (tungkai) pada satu sisi.
  5. Diplegia : kelemahan pada kedua tungkai.
  6. Monoplegi : kelemahan pada satu anggota gerak.
  7. Qudriplegia : bentuk CP dimana kedua lengan dan kedua tungkai terlibat/kena.
  8. TW (Tuna Wicara) : tidak bisa bicara.
  9. TN (Tuna Netra) : tidak bisa melihat.
  10. CL : cacat lahir.
  11. Hiperaktif : gerak yang tidak terkendali.
  12. Hidrocephalus : kepala besar (cairan di kepala).
  13. MR/RM/Retmen (Mental Retardasi/Retardasi Mental) : orang yang IQnya dibawah angka tertentu biasanya ia tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa kontrol/bantuan dari luar.

 

Fb dan Instagram : Yamaru Indonesia

Web-site : yayasansayapkasih.com

Contact Person

Br. Marianus : 0852- 9803-3874

Wildy            : 0857-5665-5285

Br. Bona       :  0813-4074-4495

Contact Us